Minggu, 09 Desember 2012

Format Menulis Resensi

~dan…kebahagiaan akan berlipat ganda
jika dibagi dengan orang lain~

(Paulo Coelho dalam novel “Di Tepi Sungai Piedra”)

Beruntung orang yang suka membaca buku. Mereka yang gemar membaca buku akan terbuka wawasannya, tidak kuper dan cupet pandangan. Mereka akan mendapatkan informasi selain yang dipikirkannya selama ini, begitu juga referensi dan pengetahuannya akan bertambah luas. Inilah sebenarnya investasi berharga sebagai modal untuk mengarungi kehidupannya. Orang yang menyukai aktivitas membaca, biasanya mereka tidak akan terjebak dalam pola berpikir sempit ketika menghadapi problem-problem penting yang terjadi di dunia. Dalam kehidupan nyata juga berpeluang besar punya potensi dan kecenderungan yang bijak dalam mensikapi kejadian-kejadian keseharian di sekitarnya.

 Tapi, bagi orang yang ingin berbuat lebih dan mau berbagi ilmu kepada orang lain, membaca saja tak cukup. Mereka perlu memiliki ketrampilan lagi yaitu ketrampilan meresensi buku (berbagi bacaan). Sebelum melangkah kepada teknik ringkas meresensi buku, ada beberapa hal penting mengapa resensi perlu dibuat. Tujuannya, diantaranya sebagai berikut,

1. Membantu pembaca (publik) yang belum berkesempatan membaca buku yang dimaksud (karena buku yang diresensi biasanya buku baru) atau membantu mereka yang memang tidak punya waktu membaca buku sedikitpun. Dengan adanya resensi, pembaca bisa mengetahui gambaran dan penilaian umum terhadap buku tertentu. Setidaknya, dalam level praktis keseharian, bisa dijadikan bahan obrolan yang bermanfaat dari pada menggosip yang tidak jelas juntrungnya.

2. Mengetahui kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi. Dengan begitu, pembaca bisa belajar bagaimana semestinya membuat buku yang baik itu. Memang, peresensi bisa saja sangat subjektif dalam menilai buku. Tapi, bagaimanapun juga tetap akan punya manfaat (terutama kalau dipublikasikan di media cetak, karena telah melewati seleksi redaktur). Lewat buku yang diresensi itulah peresensi belajar melakukan kritik dan koreksi terhadap sebuah buku. Disisi lain, seorang pembaca juga akan melakukan pembelajaran yang sama. Pembaca bisa tahu dan secara tak sadar akan menggumam pelan “Oooo buku ini begini…. begitu” setelah membaca karya resensi.

3. Mengetahui latarbelakang dan alasan buku tersebut diterbitkan. Sisi Undercovernya. Kalaupun tidak bisa mendapkan informasi yang demikian, peresensi tetap bisa mengacu pada halaman pengantar atau prolog yang terdapat dalam sebuah buku. Kalau tidak, informasi dari pemberitaan media tak jadi soal.

4. Mengetahui perbandingan buku yang telah dihasilkan penulis yang sama atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Peresensi yang punya “jam terbang” tinggi, biasanya tidak melulu mengulas isi buku apa adanya. Biasanya, mereka juga menghadirkan karya-karya sebelumnya yang telah ditulis oleh pengarang buku tersebut atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Hal ini tentu akan lebih memperkaya wawasan pembaca nantinya.

5. Bagi penulis buku yang diresensi, informasi atas buku yang diulas bisa sebagai masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya. Karena tak jarang peresensi memberikan kritik yang tajam baik itu dari segi cara dan gaya kepenulisan maupun isi dan substansi bukunya. Sedangkan, bagi penerbit bisa dijadikan wahana koreksi karena biasanya peresensi juga menyoroti soal font (jenis huruf) mutu cetakan dsb.

Nah, untuk bisa meresensi buku, sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan sebagian orang. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan siapa saja yang akan membuat resensi buku asalkan mereka mau. Diantaranya;

A. Tahap Persiapan

1. Memilih jenis buku. Tentu setiap orang mempunyai hobi dan minat tertentu pada sebuah buku. Pada proses pemilihan ini akan lebih baik kalau kita fokus untuk meresensi buku-buku tertentu yang menjadi minat atau sesuai dengan latarbelakang pendidikan kita. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa seseorang tidak mungkin menguasai berbagai macam bidang sekaligus. Ini terkait dengan ” otoritas ilmiah”. Tidak berarti membatasi atau melarang-larang orang untuk meresensi buku. Tapi, hanya soal siapa berbicara apa. Seorang guru tentu lebih paham bagaimana cara mengajar siswa dibandingkan seorang tukang sayur.

2. Usahakan buku baru. Ini jika karya resensi akan dipublikasikan di media cetak. Buku-buku yang sudah lama tentu kecil kemungkinan akan termuat karena dinilai sudah basi dengan asumsi sudah banyak yang membacanya. Sehingga tidak mengundang rasa penasaran. Untuk buku-buku lama (yang diniatkan hanya sekedar untuk berbagi ilmu, bukan untuk mendapatkan honor) tetap bisa diresensi dan dipublikasikan misalnya lewat blog (jurnal personal).

3. Membuat anatomi buku. Yaitu informasi awal mengenai buku yang akan diresensi. Contoh formatnya sebagai berikut;

Judul Karya Resensi

Judul Buku :
Penulis :
Penerbit :
Harga :
Tebal :

B. Tahap Pengerjaan

1. Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Ini yang membedakan antara pembaca biasa dan peresensi buku. Bagi pembaca biasa, membaca bisa sambil lalu dan boleh menghentikan kapan saja. Bagi seorang peresensi, mesti membaca buku sampai tuntas agar bisa mendapatkan informasi buku secara menyeluruh. Begitu juga mencatat kutipan dan pemikiran yang dirasa penting yang terdapat dalam buku tersebut.

2. Setelah membaca, mulai menuliskan karya resensi buku yang dimaksud. Dalam karya resensi tersebut, setidaknya mengandung beberapa hal;

• Informasi(anatomi) awal buku (seperti format diatas).
• Tentukan judul yang menarik dan “provokatif”.
• Membuat ulasan singkat buku. Ringkasan garis besar isi buku.
• Memberikan penilaian buku. (substansi isinya maupun cover dan cetakan fisiknya) atau membandingkan dengan buku lain. Inilah sesungguhnya fungsi utama seorang peresensi yaitu sebagai kritikus sehingga bisa membantu publik menilai sebuah buku.
• Menonjolkan sisi yang beda atas buku yang diresensi dengan buku lainnya.
• Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
• Mengkoreksi karya resensi. Editing kelengkapan karya, EYD dan sistematika jalan pikiran resensi yang telah dihasilkan. Yang terpenting tentu bukan isi buku itu apa, tapi apa sikap dan penilaian peresensi terhadap buku tersebut.

C. Tahap Publikasi

1. Karya disesuaikan dengan ruang media yang akan kita kirimi resensi. Setiap media berbeda-beda panjang dan pendeknya. Mengikuti syarat jumlah halaman dari media yang bersangkutan adalah sebuah langkah yang aman bagi peresensi.

2. Menyertakan cover halaman depan buku.

3. Mengirimkan karya sesuai dengan jenis buku-buku yang resensinya telah diterbitkan sebelumnya. Peresensi perlu menengok dan memahami buku jenis apa yang sering dimuat pada sebuah media tertentu. Hal ini untuk menghindari penolakan karya kita oleh redaktur.

Demikian ulasan sekilas mengenai teknik sederhana meresensi buku. Pada intinya, persoalan meresensi buku adalah soal berbagi (ilmu). Setelah membaca buku, biasanya kita bahagia karena memperoleh wawasan baru. Dengan begitu urusan meresensi buku juga bisa berarti kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

*Yons Achmad. Humas FLP Pusat.

Contoh penulisan resensi buku

Contoh format penulisan resensi buku

RESENSI BUKU
Judul : Menulis Karangan Ilmiah : Kajian dan Penuntun dalam Menyusun Karya
Tulis Ilmiah
Penulis : Dr. Suherli, M.Pd.
Penerbit : Arya Duta
Tahun terbit : 2007
Tebal : vi + 126 halaman

Kelompok II
PENDAHULUAN
Kegiatan berkomunikasi dapat dilakukan secara lisan dan tulisan. Berkomunikasi melalui tulisan tidak dibatasi oleh kehadiran pembaca dalam suatu ruangan. Berkomunikasi melalui tulisan akan terjalin interaksi antara penulis dengan pembaca hanya melalui tulisan. Pembaca mencoba memahami maksud penulis melalui tulisan yang tampak secara grafika dalam naskah atau buku. Dari sederet kata dan kalimat tersebut, terdapat makna komunikasi yang dijalin penulis yang dipersembahkan kepada pembaca.
Salah satu media komunikasi tertulis adalah karangan atau karya tulis. Banyak sekali bentuk – bentuk karangan yang dapat dijumpai dalam naskah tertulis, salah satu di antaranya adalah karangan ilmu pengetahuan. Namun, karangan ilmu pengetahuan itu terbagi ke dalam karangan ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah dan karangan nonilmiah.
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan (Harry Firman).
Karangan ilmiah menyajikan argumen keilmuan berdasarkan fakta. Argument ilmiah itu harus dapat dipercaya dan diterima kebenarannya, sehingga perlu kriteria penyajian yang benar. Penyajian karangan ilmiah harus dilakukan secara logis. Karangan yang ilmiah berarti karangan yang menyajikan argumen dengan menggunakan logika berpikir secara benar. Apabila penyajian karangan ilmiah menggunakan logika yang benar, maka argumen ilmu pengetahuan tersebut akan diterima pula oleh akal atau logika orang yang berpikir ilmiah. Apabila karangan ilmiah menyajikan argument secara objektif, bukan argument yang pribadi, maka akan dipahami pula oleh pembaca sebagai sebuah kebenaran.

ISI BUKU
Buku ini terdiri dari tujuh bab dan dilengkapi dengan topik – topik yang akan dikaji serta ilustrasi berupa tabel – tabel di hampir semua bab. Selain itu, setiap bagian dilengkapi dengan contoh sebagai penunjang penjelasan sebelumnya. Terdapat contoh naskah karangan ilmiah maupun contoh makalah di bagian lampiran yang memudahkan pembaca dalam mendalami topik.
Pada bab satu membahas tentang pentingnya menulis karangan ilmiah dan perkembangan ilmu dalam karangan ilmiah. Kemampuan menulis karangan ilmiah di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai bentuk kegiatan berkomunikasi melalui tulisan. Kebenaran ilmu pengetahuan diperlukan keselarasan antara argumen dengan dunia luar, keselarasan antarpernyataan logis, keselarasan instrumental atau kebermanfaatan. Selanjutnya dalam bab ini dipaparkan tentang bagaimana pentingnya menulis karya ilmiah bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan dalam karangan ilmiah.
Pada bab dua dibahas tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan ilmiah. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menulis karangan ilmiah. Bagaimana memilih jenis – jenis wacana. Selain itu, dalam bab ini dijelaskan pula bagaimana ciri – ciri kalimat efektif dan cara pemilihan diksi serta penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam kalimat.
Di bab tiga dijelaskan tentang argumen keilmuan dalam karangan ilmiah. Penyajian argumen dalam karangan ilmiah perlu mendapat perhatian dari para penulis terutama aspek bahasa yang sesuai dengan muatan ilmiah yang dibawakan. Selain itu disebutkan ciri bahasa dan keilmuan. Beberapa sikap ilmiah yang merupakan pengejawantahan dari mental ilmiah juga dijelaskan dalam bab ini. Juga jenis –jenis karangan ilmiah satu persatu dijabarkan.
Bab empat dijelaskan panjang lebar mengenai karkteristik karangan ilmiah. Sebelumnya, pada bagian awal dipaparkan bagaimana suatu tulisan disebut sebagai karangan ilmiah, bagaimana mengidentifikasi suatu karangan. Menyajikan fakta, menguraikan masalah, menerapkan teori, membahas, memecahkan, serta menyimpulkan masalah adalah beberapa karakteristik karangan ilmiah. Selanjutnya dalam berbagai bagian dalam bab ini dijelakan cara penyajian tiap – tiap karakteristik karangan ilmiah.
Bab lima memaparkan struktur organisasi karangan ilmiah dan struktur pelengkap karangan. Struktur karangan yang dimaksud adalah bagian – bagian karangan, bentuk karangan, atau organisasi setiap bagian karangan, serta bagian referensi sebagai struktur pelengkap. Selain itu, bagian rujukan dan daftar pustaka merupakan indikator penting bagi pengarang dalam menguasai pokok permasalahan yang dihubungkan dengan teori atau konsep yang dijadikan sebagai rujukan, baik sebagai kutipan atau acuan. Di bagian akhir diselipkan ketentuan penulisan daftar pustaka.
Bab enam membahas mekanika penulisan setiap bagian dalam karangan ilmiah. Dalam menuliskan bagian – bagian karangan ilmiah, seringkali terdapat kegamangan bagi para penulis pemula dalam mengungkapkan argumen pada setiap bagian karangan ilmiah. Abstrak, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, landasan teori, pembahasan, simpulan, serta saran adalah bagian – bagian yang terdapat dalam karangan ilmiah. Teknis penulisan bergantung lagi pada penulis dalam bernalar menyusun karangan ilmiah yang dibuat.
Bab tujuh merupakan bagian terakhir dari isi buku, yaitu teknik pengembangan menulis karangan ilmiah. Penjelasan dari bab satu sampai bab enam diterapkan dalam bab ini. Bagian dari bab ini memberikan contoh pengembangan dari gagasan keilmuan dalam bentuk karangan ilmiah berupa makalah dan kerangka karangan. Bagian lain menginformasikan tentang bagaimana pola dalam penulisan jenjang dalam karangan ilmiah.

KOMENTAR
Buku ini sangat bermanfaat dalam menyiapkan karya tulis ilmiah, khususnya pelajar dan mahasiswa yang sedang melaksanakan studinya. Seringkali para pelajar masih bingung tentang tata cara menulis suatu karya ilmiah yang benar. Membuat suatu karangan ilmiah berskala kecil seperti makalah dapat melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Buku yang ditulis oleh Dr. H. Suherli, M.Pd., membahas secara rinci tentang pedoman penulisan karangan ilmiah. Setiap bab mengkaji tentang proses – proses penyusunan karangan ilmiah. Selain itu, buku ini sangat bermanfaat bagi para pengajar khususnya guru atau pengajar bahasa Indonesia dalam mengajarkan cara penyusunan dan pengembangan karangan ilmiah yang benar kepada siswanya. Dengan memperhatikan penjelasan – penjelasan dalam buku ini diharapkan dapat memberi pemahaman – pemahaman lebih lanjut dalam menerapkan proses – proses pengembangan tulisan karangan ilmiah serta mampu membuat karangan ilmiah sesuai dengan kaidah penulisan karangan ilmiah yang telah ditentukan.

Jumat, 07 Desember 2012

Contoh Surat Kuasa


Cara membuat surat kuasa langkah – langkah secara umum adalah : Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa Khusus maupun Surat Kuasa Substitusi Kemudian cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa. Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa. Penutup surat Tanggal dan tempat pembuatan surat Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkan keabsahannya. Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/contoh-surat-kuasa-yang-baik.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Cara membuat surat kuasa langkah – langkah secara umum adalah : Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa Khusus maupun Surat Kuasa Substitusi Kemudian cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa. Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa. Penutup surat Tanggal dan tempat pembuatan surat Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkan keabsahannya. Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/contoh-surat-kuasa-yang-baik.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Cara membuat surat kuasa langkah – langkah secara umum adalah : Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa Khusus maupun Surat Kuasa Substitusi Kemudian cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa. Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa. Penutup surat Tanggal dan tempat pembuatan surat Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkan keabsahannya. Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/contoh-surat-kuasa-yang-baik.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Cara membuat surat kuasa langkah – langkah secara umum adalah : Tulis judul di atas yaitu Surat Kuasa, dalam hukum bisa berupa Surat Kuasa Khusus maupun Surat Kuasa Substitusi Kemudian cantumkan pihak – pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa kemudian tulis juga profil penerima kuasa. Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat bisa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, pengambilan cek, pengambilan barang , atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa. Penutup surat Tanggal dan tempat pembuatan surat Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa Selain itu terakhir juga bisa ditempel materai pada surat kuasa untuk menguatkan keabsahannya. Read more at: http://operatorku.blogspot.com/2012/07/contoh-surat-kuasa-yang-baik.html Copyright by operatorku.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
Surat Kuasa

Yang bertanda tangan di bawah ini:

nama           : Yawan prasetya
pekerjaan    : Bandar togel
alamat         : Jalan Mawar Berduri 13, Jakasembung

Melalui surat ini telah memberi kuasa kepada :

Nama          : Kandayung
Pekerjaan   : Tukang Ojek
Alamat        : Bantaran sungai Saddang 13

Untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa sebagai …. (jabatan / kekuasaan pemberi kuasa, sebutkan pula dasar kekuatan dari pemberi kuasa, misalnya adanya SK).

Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk… (tujuan pemberian kuasa).

Kekuasaan ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (recht van substitute) baik sebagian atau seluruhnya yang di kuasakan ini kepada orang lain.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

                                                                                     Jakasembung, 12 Mei 2012
Penerima kuasa                                                             Pemberi Kuasa
                                                   
                                                                                       Materai

Kanduyung                                                                    Yawan Prasetya

Kamis, 06 Desember 2012

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Contoh Surat perjanjian jual beli tanah dan bangunan

Surat Perjanjian
Jual Beli

Pada hari senin tanggal 21 desember 2006, bertempat di rumah bapak jainuri yang beralamat di Desa Sukamaju, telah diadakan perjnjian jula beli yang ditandai dengan penandatanganan surat perjanjian, antara:
1   nama                   :  Renata Anggraeni
     umur                    : 30 tahun
     pekerjaan             : Wiraswasta
     alamat                  : Jalan Putra Bangsa  3
     dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya di sebut PIHAK PERTAMA.
2.  nama                  :  Jainuri Anwar
     umur                   : 38 tahun
     pekerjaan            : Swasta
     alamat                : Jalan Mangkubumi
dalam ha ini bertindak atas diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA telah menjual kepada PIHAK KEDUA berupa tanah berikut bangunan yang terletak diatasnya, dengan perincian sebagai berikut :
                             luas keseluruhan tanah            : 420 meter persegi
                             nomor sertifikat tanah             : (----------- nomor sertifikat tanah-------------)
                             luas keseluruhan bangunan      : 330 meter persegi.
                             batas sebelah utara                 : Jalan Pegangsaan Utara
                             batas sebelah selatan              : rumah bapak Suradji
                             batas sebelah barat                : rumah bapak Darmadji
                             batas sebelah timur                : sungai  
 kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual-beli dimana syarat dan ketentuannya diatur dalam 6 (enam) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1
JAMINAN PIHAK PERTAMA
PIHAK PERTAMA memberikan jaminan penuh bahwa tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya yang dijualnya adalah :
1. pemilik sah pribadi sendiri
2. tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya
3. hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminankan kepada orang atau pihak lain           dengan carabagaimanapun juga
4. tidak sedang dalam masalah atau sengketa, baik dengan keluarga PIHAK PERTAMA maupun dengan         pihak-pihak lainnya.
Pasal 2
SAKSI-SAKSI
Jaminan PIHAK PERTAMA sebagaimana tertulis dalam pasal 1 tersebut di atas dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani surat perjanjian ini selaku saksi. saksi tersebut adalah:
1. nama                               :  Dina novandi
    pekerjaan                        :  Wirausaha
    Alamat                            :  Jalan Mawar  7
    hubungan kekerabatan     : adik kandung

Pasal 3
MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN
1. Perjanjian ini tidak akan berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia, melainkan akan tetap bersifat       turun trmurun dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penemrima hak masing masing pihak.
2. Segala hak yang telah dipindahkan dalam perjanjian ini tidak dapat ditarik kembali dan merupakan bagian       yang tidak terpisahkan perjanjian ini.
Pasal 4 
HARGA
Jual beli tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya tersebut di atas dilakukan dan diterima dengan harga Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah)

Pasal 5 
CARA PEMBAYARAN
Untuk pembayaran tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya tersebut PIHAK KEDUA  meneta[kan cara pembayaran dengan sayarat dan ketentuan yang juga telah di sepakati PIHAK PERTAMA, yaitu dengan cara tunai.
Pasal 6 
PENUTUP
Surat perjanjian ini dibuat di atas kertas bermaterai sedukupnya yang ditandatangani dan dibuat rangkap 2 (dua) yang berkekuatan hukum yang sama serta masing masing dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA,                                                                                  PIHAK KEDUA,



  Renata Anggraeni                                                                                         Jainuri Anwar



                                                                SAKSI




                                                             Dina Novandi

Surat Niaga

Contoh surat niaga - Surat niaga merupakan surat resmin yang biasanya digunakan dalam perdagangan dan perniagaan. Contoh aplikasi surat niaga yang umum dipakai adalah pada saat pemesanan barang atau pembatalan order yang dilakukan oleh suatu pihat terhapat pihak yang lain.

Nah, kalau kamu belum terbiasa membuat surat niaga, berikut ini akan saya berikan beberapacontoh surat niaga yang umum dipakai dalam aktifitas perdagangan. Nantinya kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dagang tertentu.


Contoh Surat Niaga Pemesanan Barang


                                                                                                                           Senin,  12 Maret 2012

Nomor    : 0012717271-09
Hal          : Pemesanan barang

Yth. Marketing managet
PT Gombal banget
Jalan Murah Meriah  32
Makassar


Dengan hormat,

          Menindaklanjuti surat penawaran Anda, tanggal 11 Maret 2012, perihal penawaran produk kecantikan. Dengan ini, kami bermaksud memesan:
No.   kode            Deskripsi            Jumlah yang Dipesan
1       dh6            Boof facial                         60
2       dq4            Stik eye shadow                60

          Keseluruhan barang yang kami pesan harap dapat kami terima selambat-lambatnya tanggal 14 maret 2012
Pembayaran terhadap seluruh pesanan kami, akan dilaksanakan dua hari setelah barang-barang pesanan seluruhnya kami terima. Sebagai bukti, kami akan mengirimkan fotokopi tanda bukti pembayaran.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

                                                                                                                      Hormat kami,


                                                                                                                      Kanduyung
                                                                                                                      Manager Producktial

Contoh Surat Niaga Pembatalan Pemesanan


                                                                                                                      Makassar, 12 Maret 2012


Nomor    : 038423423-09
Hal          : Pembatalan pemesanan barang



Yth. Manager Sales
PT Hancur Sekali
Jalan Bunga Melati 03
Makassar


Dengan hormat,

Kami telah melakukan pemesanan produk terbaru Anda tertanggal 11 maret 2012 untuk Mengkonfigurasikan high rater CPU unit sebanyak 16 buah dengan kesepakatan bahwa perusahaan Anda berjanji akan memenuhi pesanan dalam 1 minggu.

Tetapi sudah lebih dari dua bulan sejak pemesanan, kami belum menerima barang tersebut ataupun pemberitahuan dari Anda. Dengan menyesal, kami memutuskan untuk membatalkan seluruh pesanan barang tersebut.


                                                                                                                          Hormat kami,


                                                                                                                          Kanduyung
                                                                                                                          Indo' Misi INC

Nah, demikian contoh surat niaga yang bisa saya berikan.

Rabu, 05 Desember 2012

Format Menulis Proposal



PROPOSAL KEGIATAN

Oleh: Sun@ryo Surya
Guru Fisika SMA Negeri 85 Jakarta


I. PENGERTIAN


            Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan, berarti bahwa ia telah mempunyai gambaran menyeluruh atau lengkap mengenai lingkup dan urutan kegiatannya, tenggang waktu, saat mulai, serta saat bilamana harus berakhirnya pelaksanaan dari masing-masing kegiatan, pihak-pihak lain yang terkait dan harus dihubungi, sarana yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata.
            Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena  langkah ini dapat menentukan berhsil tidaknya seluruh kegiatan.
            Sebelum seseorang (organisasi, panitia) memulai dengan kegiatannya maka ia harus membuat perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal kegiatan. Di dalam istilah tersebut terkandung pengertian suatu usulan. Kelihatannya, sebuah kegiatan bukan hanya untuk organisasinya saja, karena kata “mengusulkan” mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau izin dari pihak lain.
            Penyusunan proposal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan  sebagai langkah awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seseorang dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi dapat mengayunkan langkah dengan pasti dalam melaksanakan peneletiannya karena tanpa adanya keraguan lagi.

II. FORMAT PROPOSAL
            Di samping tujuan, di dalam proposal juga disebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan, antara lain: latar belakang diadakannya kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, susunan kepanitiaan, peserta, rencana anggaran kegiatan, dan jadwal kegiatan.
            Dalam kegiatannya, OSIS SMA Negeri 85 Jakarta, menggunakan dua jenis proposal, yaitu: Proposal kegiatan khusus dan Proposal kegiatan umum.

Proposal Kegiatan Khusus:
Proposal yang dibuat oleh Ekstrakurikuler, dan kepanitiannya terdiri dari para anggota ekskul tersebut, contoh: Diklat Fotografi oleh Klub Fotografi, Studi Islam Intensif (SII) oleh Rohis, Latihan Dasar Penelitian oleh KIR, Retret oleh Rokris.

Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Ketua Ekskul, Pembina Ekskul, Ketua OSIS, Pembina OSIS dan Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.

Formasinya adalah sebagai berikut:

Klub Fotografi Siswa,
Ketua OSIS,                                                               Ketua

______________                                                        _______________

Pembina OSIS,                                                           Pembina Ekskul,

_______________                                                      _______________

Mengetahui:                                                                Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 85 Jakarta                                  Ketua Komite Sekolah,

______________                                                        _______________
           


Proposal Kegiatan Umum:

Proposal yang dibuat oleh pengurus OSIS, dan kepanitiannya terdiri dari seluruh pengurs OSIS, Ketua Ekskul dan anggota Ekskul yang aktif dalam setiap kegiatan, contoh: Masa Orientasi Siswa, LDKS, Pentas Seni, Perpisahan, dan lain-lain.

Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurs OSIS dan ketua Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Sekretaris Panitia, Ketua Panitia, Ketua OSIS, Pembina OSIS Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.

Formasinya adalah sebagai berikut:

Panitia Proteksi 2006,
Ketua Panitia,                                                 Sekretaris,

______________                                                        _______________

Pembina OSIS,                                                           Ketua OSIS,

_______________                                                      _______________

Mengetahui:                                                                Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 85 Jakarta                                  Ketua Komite Sekolah,

______________                                                        _______________







SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 85 JAKARTA
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
Jl. Srengseng Raya, Kec. Kembangan,  Jakarta Barat Kode Pos: 11630
Telpon/Fax: (021) 584 0921, 586 2348 – e.Mail: info-sma85@yahoo.com

PROPOSAL

PROTEKSI TAHUN 2006



I.                   PENDAHULUAN


Mengandung isi tentang gambaran umum suatu organisasi atau kegiatan, dan latar belakang diadakannya kegiatan itu.

II.                TUJUAN

1.      …..
2.      …..
3.      …..
4.      …..

III.             WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

1.      Waktu Kegiatan
2.      Tempat Kegiatan
IV.             KEPANITIAAN
V.                PESERTA
VI.             JADWAL KEGIATAN
VII.          SUSUNAN ACARA
VIII.       RENCANA ANGGARAN
IX.             PENUTUP









ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 85 JAKARTA
KLUB FOTOGRAFI SISWA
Jl. Srengseng Raya, Kec. Kembangan,  Jakarta Barat Kode Pos: 11630
Telpon/Fax: (021) 584 0921, 586 2348 – e.Mail: info-sma85@yahoo.com

PROPOSAL

DIKLAT FOTOGRAFI DAN JURNALISTIK



I.                   PENDAHULUAN


Mengandung isi tentang gambaran umum suatu organisasi atau kegiatan, dan latar belakang diadakannya kegiatan itu.

II.                TUJUAN

1.      …..
2.      …..
3.      …..
4.      …..

III.             WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

1.      Waktu Kegiatan
2.      Tempat Kegiatan

IV.             KEPANITIAAN


V.                PESERTA

VI.             JADWAL KEGIATAN

VII.          SUSUNAN ACARA

VIII.       RENCANA ANGGARAN

IX.             PENUTUP




Text Box: MAKALAH: Disampaikan pada Latihan Dasar Kepemimpinan  Siswa (LDKS)
SM Negeri 85 Jakarta, Senin, 12 September 2005 di Jakarta
 

Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

  Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan No Sistematika Surat Unsur Surat 1. Orientasi ...